Powered by Administrator

Translate

Minggu, 19 Desember 2021

Tahu Membalas Budi merupakan Permata yang Sukar Didapat (1)

Perikop berikut merupakan bagian dari sūtra ke-2 Dīrgha Āgama Tionghoa, *Viharaṇa Sūtra 《遊行經》 (‘Sūtra tentang Perjalanan [Terakhir]’, T. vol. 1, № 1 hlm. 14a–b). Akan tetapi, paralelnya bukan kita temukan dalam Mahāparinibbāna Sutta Pāli, malah dalam sebuah sutta di Aṅguttara Nikāya (V.20: 5) yang dijuduli seturut nama Pāli sang tokoh interlokutor, Piṅgiyānī, walau tanpa kejelasan sekuens kapan pastinya sutta tersebut dibabarkan. Perikop kita, sebagai bagian dari narasi parinirvāṇa Buddha, sebaliknya menceritakan bahwa Paiṅgika sedang menemani para pangeran Licchavi dalam usaha membujuk Buddha agar membatalkan kesediaan-Nya menghadiri perjamuan makan dari Ambapālī, yang telah mendahului mereka menyampaikan undangan.

Legenda Ambapālī dalam teks-teks Buddhis berbagai mazhab memang agak kacau kronologinya. Adegan-adegannya begitu tumpang-tindih sehingga kita tidak tahu persis apakah Ambapālī pertama kali bertemu Buddha jauh sebelum Beliau parinirvāṇa atau hanya menjelang bulan-bulan final-Nya. Mungkinkah undangan makan dalam berbagai versi sūtra-sūtra Mahāparinirvāṇa hanyalah undangan kesekian kalinya sebab ia telah bertemu dan pernah mengundang Buddha pula sebelumnya? Konfrontasi dengan pangeran-pangeran Licchavi juga membingungkan sebab dalam narasi Mahīśāsaka Vinaya (lihat paragraf di bawah) hal itu terjadi pada saat Raja Bimbisāra masih hidup dan Buddha pertama kalinya meninggalkan wilayah Magādha menuju Vaiśālī (di luar konteks peristiwa wabah dan, tentu saja, masih jauh dari parinirvāṇa). Apakah yang dinarasikan berbagai versi sūtra-sūtra Mahāparinirvāṇa sesungguhnya mencakup peristiwa-peristiwa hingga rentang beberapa (puluh) tahun kehidupan Buddha, dan sesungguhnya cuma ada satu undangan makan Ambapālī?

Selain di Aṅguttara Nikāya, paralel perikop kita termuat di manuskrip (Hīnayāna) Mahāparinirvāṇa Sūtra Sanskerta, serta di dua terjemahan terawal Parinirvāṇa Sūtra (T. vol. 1, № 5 hlm. 164a–b dan № 6 hlm. 179b–c). T. № 6 sepertinya cuma merupakan revisi atas T. № 5, yang mengandung banyak interpolasi Tionghoa. Namun, kita tidak tahu pasti — bisa saja keduanya diterjemahkan dari dua sumber berbeda, milik dua mazhab berbeda.

Pada Vinaya Piṭaka berbagai mazhab, kita pun dapat menjumpaïnya dalam “Cīvara Skandhaka” dari masing-masing Mahīśāsaka Vinaya (T. vol. 22, № 1421 jld. 20 hlm. 135c–136a) dan Dharmaguptaka Vinaya (T. vol. 22, № 1428 jld. 40 hlm. 856a–b). Ia juga muncul dua kali pada Mūlasarvāstivāda Vinaya, dengan dua terjemahan berbeda untuk nama Paiṅgika: Hiasan Ekstensif 廣飾 dalam “Bhaiṣajya Vastu” 《根本說一切有部毘奈耶藥事》 (T. vol. 24, № 1448 jld. 7 hlm. 28c–29a) dan Rambut Kuning 黃髮 dalam “Kṣudraka Vastu” 《根本說一切有部毘奈耶雜事》 (T. vol. 24, № 1451 jld. 36 hlm. 28c–29a).

Piṅgiyānī, seorang brāhmaṇa menurut versi Pāli, memuji Buddha hanya dengan sebait syair. Sedangkan Paiṅgika, yang merupakan seorang māṇava (siswa brāhmaṇa) menurut kebanyakan versi lainnya, memuji dengan tiga atau empat bait syair. Pengecualian adalah pada T. № 5, sebagai terjemahan tertua, yang memparafrase pujian tersebut dalam bentuk prosa. Baris pertama syair Mahīśāsaka Vinaya patut kita perhatikan karena menyebut nama ‘Raja Bimbisāra’ secara eksplisit (瓶沙得善利), alih-alih ‘Raja Magādha’ seperti dalam versi-versi lainnya. Hal ini dikarenaï undangan Ambapālī kepada Buddha, yang dikonfrontir pangeran-pangeran Licchavi, terjadi sesudah Raja Bimbisara melepas Buddha dan saṅgha-Nya pergi ke Republik Vr̥ji untuk pertama kalinya.

Tentang lima dharma yang dibabarkan selanjutnya, kita dapat membagi berbagai versi ke dalam dua kelompok. Kelompok kesatu adalah versi-versi “permata” karena menyebutnya sebagai “lima permata yang sukar didapat” atau “lima permata yang jarang ada di dunia”. Pada kelompok ini pribadi yang tahu membalas budi dianggap sebagai permata ke-5 (barangkali rancu dengan daftar dua pribadi yang sukar didapat, dalam sūtra ini). Yang tergolong kelompok ini antara lain: Piṅgiyānī Sutta, *Viharaṇa Sūtra, Mahīśāsaka Vinaya, dan Dharmaguptaka Vinaya. Pengecualian adalah pada Dharmaguptaka Vinaya yang, kendati menggunakan istilah “permata”, tetapi isinya lebih mirip kelompok kedua, bahkan tidak menyinggung-nyinggung sama sekali tentang membalas budi.

Pada kelompok kedua, salah satu permata dari kelompok kesatu biasanya ada yang dipecah menjadi dua, sedangkan anjuran agar membalas budi dijadikan paragraf terpisah setelahnya. Versi-versi yang tergolong kelompok ini antara lain: T. № 5 dan № 6, serta dua versi pada Mūlasarvāstivāda Vinaya. Membalas budi yang ditekankan terutama adalah kepada Buddha sebab berkat kemunculan-Nyalah lima hal yang jarang ada di dunia tersebut bisa didapat. T. № 5, yang lebih bebas bahasanya, karenanya tidak menyebut daftar ini sebagai “lima hal yang jarang ada”, melainkan “lima perbawa Buddha” 佛五威神.







爾時,五百隷車往至菴婆婆梨園,欲到佛所。下車步進,頭面禮足,却坐一面。
Pada saat itu kelimaratus orang Licchavi itu pun berangkat sampai Taman Ambapālī, hendak menuju ke tempat Buddha. Turunlah mereka dari keretanya, kemudian melangkah maju. Dengan kepala dan wajahnya mereka menyembah kaki Buddha, lalu undur berduduk ke satu sisi.

如來在座,光相獨顯,蔽諸大眾,譬如秋月。又如天地清明,淨無塵翳,日在虛空,光明獨照。
Tathāgata berada pada takhta-Nya, dan karakteristik cahaya-Nya semata yang mencolok, menyelimuti semua dalam kumpulan besar itu ibarat rembulan musim gugur. Pun bagai di langit dan bumi yang jernih dan terang, bersih tanpa kepulan debu, mentari di angkasa terang cahayanya semata yang berpancar.

爾時,五百隷車圍遶侍坐,佛於眾中,光相獨明。
Pada saat itu kelimaratus orang Licchavi duduk melayan di sekeliling, dan Buddha di tengah-tengah kumpulan tersebut. Karakteristik cahaya-Nya semata yang benderang.



是時,坐中有一梵志名曰并𩞚,即從座起,偏袒右臂,右膝著地,叉手向佛,以偈讚曰:
Tatkala itu di antara yang berduduk adalah seorang brāhmaṇa bernama Paiṅgika, yang bangkit dari tempat duduknya, menyibakkan pundak kanan jubahnya, dengan lutut kanan menyentuh tanah berañjali menghadap Buddha, lalu dalam gāthā memuji sbb.:

摩竭鴦伽王  為快得善利
 身被寶珠鎧  世尊出其土
 威德動三千  名顯如雪山
 如蓮花開敷  香氣甚微妙
 今睹佛光明  如日之初出
 如月遊虛空  無有諸雲翳
 世尊亦如是  光照於世間
 觀如來智慧  猶闇睹庭燎
 施眾以明眼  決了諸疑惑」

“Di Magādha, sang Aṅgīrasa, demi raja [tanah tersebut]
agar tergirangkan karena mendapat keuntungan baik,
telah mengenakan zirah mutiara pusaka pada tubuh-Nya
— sang Bhagavan pun muncul (Tercerahkan) di tanah sana.

Keperbawaan-Nya mengguncang trisahasra[-mahāsahasra-lokadhātu],
nama-Nya mencolok bagaikan Gunung Salju (Himavant).
Bagai bunga seroja mekar terbuka,
hawa semerbak-Nya sungguh halus menakjubkan.

Kini kulihat terang cahaya Buddha
bagai terbitnya mula-mula matahari,
bagai rembulan yang berkelana di angkasa
tanpa adanya segala kepulan awan.
Demikian pulalah sang Bhagavan:
cahaya-Nya memancar ke seluruh dunia.

Memandang kebijaksanaan Tathāgata
bagaikan dalam gulita melihat suluh.
Dianugerahi-Nya semua makhluk mata yang terang,
yang memahamkan dan memutus segala keraguan.”



時,五百隷車聞此偈已,復告并𩞚:「汝可重說!」
Kalakian, setelah kelimaratus orang Licchavi mendengar gāthā ini, mereka memberitahu lagi Paiṅgika: “Bolehlah engkau ulang mengucapkannya!”

爾時,并𩞚即於佛前再三重說。
Pada saat itu Paiṅgika pun di hadapan Buddha ulang mengucapkannya tiga kali.

時,五百隷車聞說偈已,各脫寶衣,以施并𩞚并𩞚即以寶衣奉上如來;佛愍彼故,即為納受。
Kalakian, setelah kelimaratus orang Licchavi mendengar gāthā diucapkan, masing-masing melepas pakaian dan perhiasannya, dan memberikannya kepada Paiṅgika. Paiṅgika pun menghaturkan pakaian dan perhiasan tersebut kepada Tathāgata; karena mengibaï dia, Buddha pun menerimanya.



爾時,世尊告毘舍離隷車曰:「世有五寶甚為難得。何等為五?
Pada saat itu Bhagavan memberitahu para Licchavi dari Vaiśālī: “Di dunia ini ada lima permata yang sukar didapat. Apakah kelimanya itu?

一者、如來、至真出現於世甚為難得。
1. Tathāgata, sang Arhat, yang muncul di dunia ini sungguhlah sukar didapat.

二者、如來正法能演說者,此人難得。
2.Yang mampu membabarkan Dharma Sejati dari Tathāgata — orang ini pun sukar didapat.

三者、如來演法能信解者,此人難得。
3. Yang mampu meyakini dan memahami Dharma yang dibabarkan Tathāgata — orang ini pun sukar didapat.

四者、如來演法能成就者,此人難得。
4. Yang mampu mencapai keberhasilan atas Dharma yang dibabarkan Tathāgata — orang ini pun sukar didapat.

五者、臨危救厄知反復者,此人難得。
5. Yang, menjelang bahaya, ditolong dari kesengsaraan dan tahu membalasnya — orang ini pun sukar didapat.

是謂五寶為難得也。」
Inilah yang disebut lima permata yang sukar didapat.”

Rabu, 15 Desember 2021

Empat Budi Besar

 若人能供養  此四種福田
 斯人得善果  導師如是說
 Jikalau seseorang mampu mempersembahi
 keempat jenis ladang jasa ini,
 orang tersebut akan memperoleh buah yang baik
 — demikian disabdakan oleh Sang Nāyaka.

Homili Bodhisattva *Mayūrarāja 孔雀王菩薩 (‘Raja Burung Merak’) kepada dewa-dewa Surga Yāma dan Surga Tuṣita di jilid 61 Saddharma-smr̥tyupasthāna Sūtra 《正法念處經》 (T. vol. 17, № 721 hlm. 359b):

『復次!聞法功德:成就深心,信根清淨,一向淨心信於三寶。詣聽法處,為聞正法,隨舉一足,皆生梵福。若人供養說法法師,當知!是人即為供養現在世尊。其人如是隨所供養,所願成就,乃至得阿耨多羅三藐三菩提——以能供養說法師故。
‘Selanjutnya lagi, kebajikan dari mendengar Dharma akan menghasilkan kedalaman batin, kemurnian akar keyakinan, batin murni manunggal yang yakin kepada Tiga Permata. Saat seseorang menghampiri tempat menyimak Dharma demi mendengar Saddharma, sebanyak angkatan setiap belah kakinya, jasa-jasanya akan berupa terlahir sebagai brahma [sebanyak itu] semua. Jikalau seseorang mempersembahi guru Dharma, yang membabarkan Dharma, maka ketahuilah: orang tersebut sama seperti mempersembahi Bhagavan yang sekarang! Demikianlah orang tersebut, seturut dengan apa yang dipersembahinya, akan berhasillah dalam apa yang diharapnya, [bahkan] hingga mendapat Anuttara Samyak-saṃbodhi — dikarenaï kesudiannya mempersembahi guru pembabar Dharma.

何以故?以聞法故,心得調伏;以調伏故,能斷無知流轉之闇。若離聞法,無有一法能調伏心。
Mengapa demikian? Oleh mendengar Dharma, batinnya dapat terjinakkan; karena terjinakkan, mampulah ia memotong gulita kehanyutan perputaran akibat ketidaktahuan (avidyā). Jikalau tercerai dari pendengaran Dharma, tiada satu cara pun yang mampu menjinakkan batinnya.

如聞說法,有四種恩甚為難報。何等為四?
Seperti Dharma, yang pembabarannya ia dengar, ada empat jenis [orang] yang budinya teramat sukar dibalas. Apakah keempatnya itu?

一者、母;     1. Ibu;
二者、父;     2. Ayah;
三者、如來;    3. Tathāgata;
四者、說法法師。  4. Guru Dharma, yang membabarkan Dharma.

若有供養此四種人,得無量福,現在為人之所讚歎,於未來世能得菩提。
Jikalau ada yang mempersembahi keempat jenis orang ini, maka akan didapatlah jasa yang tiada terukur: di kehidupan sekarang akan dipuji oleh orang-orang, di kehidupan mendatang akan mampu memperoleh Bodhi.

何以故?以說法力,令憍慢者得調伏故,令貪著者信布施故,令麁獷者心調柔故,令愚癡者得智慧故。以聞法力,令迷因果者得正信故。以聞法力,令邪見者入正見故。以聞法力,令樂殺生、偷盜、邪婬業者得遠離故。以此說法調伏因緣,終得涅槃。——以此因緣,說法法師甚為難報。
Mengapa demikian? Berkat kekuatan pembabaran Dharma, yang congkak-sombong akan dapat terjinakkan, yang melekat dengan loba akan berderma dengan yakin, yang kasar dan beringas akan terlembutkan batinnya, yang bodoh-dungu akan mendapat kebijaksanaan. Berkat kekuatan mendengar Dharma, yang menyimpang perihal sebab–akibat akan mendapat keyakinan tepat. Berkat kekuatan mendengar Dharma, yang berpandangan sesat akan memasuki pandangan tepat. Berkat kekuatan mendengar Dharma, yang gemar akan pembunuhan makhluk hidup, pencurian, dan perbuatan seksual yang sesat akan dapat meninggalkannya sejauhnya. Disebab-musababi keterjinakan, berkat pembabaran Dharma ini, akhirnya akan diperolehlah Nirvāṇa. — Oleh sebab-musabab inilah guru Dharma, yang membabarkan Dharma, teramat sukar dibalas.

父母之恩難可得報,以生身故。是故!父母不可得報。若令父母住於法中,名少報恩。
Budi ayah dan ibu sukarlah boleh dapat dibalas, oleh merekalah yang melahirkan tubuh [jasmani] kita. Karena itu, ayah dan ibu tidak dapat dibalas! Jikalau menyebabkan ayah dan ibu berdiam di dalam Dharma, [bolehlah itu] dinamakan sedikit membalas budi.

如來、應、等正覺,三界最勝,度脫生死,無上大師——此恩難報。唯有一法能報佛恩:若於佛法深心得不壞信,是名報恩。以此供養,亦自利益。』
Sang Tathāgata, Arhat, Samyak-saṃbuddha merupakan yang terunggul di Tiga Alam, yang menyeberangkan kita bebas dari kelahiran dan kematian, yang merupakan Guru Agung yang tiada taranya — budi ini sukarlah dibalas. Hanya ada satu cara yang mampu membalas budi Buddha: jikalau terhadap Buddhadharma dengan batin mendalam kita memperoleh Keyakinan yang Tak Terhancurkan (abhedya prasāda), itu dinamakan membalas budi. Dengan inilah sebagai persembahan kita [bagi Buddha], di samping kita menguntungi diri sendiri.’

Senin, 22 November 2021

Saṅghastuti (Pujian bagi Saṅgha)

Marilah memuji Saṅgha berdasarkan Susiddhikara Tantra:



Dalam translasi (kita ambil saja dari edisi Korea bab 18 《蘇悉地羯羅經·供養次第法品》, T. vol. 18, № 893a hlm. 617b):

得彼解脫門  善住諸學處
勝上福田德  我今禮彼僧

Telah mendapat Kebebasan, dan pintunya [diunjukkannya],
dengan baik mendiami segala langkah latihan,
ladang jasa terunggul, yang berkebajikan —
aku kini menghormat kepadanya, Saṅgha.

Dalam transkripsi (lihat 《大毘盧遮那經廣大儀軌》, T. vol. 18, № 851 hlm. 97c):

Muktaṃ muktipathaprāptaṃ
目訖耽(二合)目訖底(二合)播他(引)鉢囉(二合)跛耽(二合)(一)

Śikṣāya suvyavasthitaṃ
試乞灑(二合)夜素弭也(二合)嚩娑體(二合)耽(二)

Kṣetraṃ viśiṣṭaṃ guṇavaṃ
乞灑(二合)怛嚂(二合)尾始瑟鵮(二合)虞拏鑁(三)

Name saṅghaṃ ca bhāvataḥ
曩謎僧(去)建左婆(去,引)嚩哆(都各反)(四)


Terjemahan Tibet:

/ grol nas grol ba’i lam yang ston /
། གྲོལ་ནས་གྲོལ་བའི་ལམ་ཡང་སྟོན །

/ bslab pa dag la rab tu gus /
། བསླབ་པ་དག་ལ་རབ་ཏུ་གུས །

/ zhing gi dam pa yon tan ldan /
། ཞིང་གི་དམ་པ་ཡོན་ཏན་ལྡན །

/ dge ‘dun la yang phyag ‘tshal lo /
། དགེ་འདུན་ལ་ཡང་ཕྱག་འཚལ་ལོ །

Sabtu, 31 Juli 2021

Dharmastuti (Pujian bagi Dharma)

Marilah memuji Dharma berdasarkan Susiddhikara Tantra:



Dalam translasi (kita ambil saja dari edisi Korea bab 18 《蘇悉地羯羅經·供養次第法品》, T. vol. 18, № 893a hlm. 617b):

能淨貪瞋毒  善除諸惡趣
一向真如理  我今禮彼法

Mampu memurnikan racun nafsu dsb.,
penolak yang baik segala jalur [kelahiran] rendah,
prinsip Kedemikianan Sejati yang esa —
aku kini menghormat kepadanya, Dharma.

Dalam transkripsi (lihat 《大毘盧遮那經廣大儀軌》, T. vol. 18, № 851 hlm. 97c):

Vairāgyajananaṃ śuddhaṃ
吠囉儗野(二合)若曩南秫(詩律反)淡(一)

Śubhā durgatimocakaṃ
戍婆訥蘖底謨(引)左劍(二)

Paramārthikam ekantaṃ
播囉沫體(町以反)迦謎建耽(三)

Name Dharmaṃ śamavahaṃ
曩謎(引)達𤚥舍麼嚩憾(四)


Terjemahan Tibet:

/ dag pa ‘dod chags bral ba’i rgyu /
། དག་པ་འདོད་ཆགས་བྲལ་བའི་རྒྱུ །

/ dge bas ngan song las grol zhing /
། དགེ་བས་ངན་སོང་ལས་གྲོལ་ཞིང །

/ gcig tu don dam mchog gyur pa /
། གཅིག་ཏུ་དོན་དམ་མཆོག་གྱུར་པ །

/ zhi ‘gyur chos la phyag ‘tshal lo /
། ཞི་འགྱུར་ཆོས་ལ་ཕྱག་འཚལ་ལོ །

Selasa, 01 Juni 2021

Buddhastuti (Pujian bagi Buddha)

Marilah memuji Tathāgata berdasarkan Susiddhikara Tantra:



Dalam translasi (kita ambil saja dari edisi Korea bab 18 《蘇悉地羯羅經·供養次第法品》, T. vol. 18, № 893a hlm. 617b):

大悲救眾生  善導一切智
福持功德海  我今頂禮佛

Penolong makhluk hidup yang Maha Pengasih,
Pemandu yang baik kepada Kemahatahuan,
Lautan kualitas pemegang jasa-jasa —
aku kini menghormat [kepada-Nya,] Sang Buddha.

Dalam transkripsi (lihat 《大毘盧遮那經廣大儀軌》, T. vol. 18, № 851 hlm. 97c):

Mahākāruṇikaṃ nāthaṃ
摩賀迦嚕抳建曩貪(一)

Śāstāraṃ sarvavedinaṃ
捨娑跢(二合)嚂薩嚩吠(引)(泥以反)南(二)

Puṇyôdadhiṃ guṇādhāraṃ
(去)(鼻音)那地蠅(二合)虞拏(引)馱嚂(三)

Praṇamāmi Tathāgataṃ
缽囉(二合)(上)摩弭怛他(去)誐耽(四)


Terjemahan Tibet:

/ mgon po thugs rje che ldan pa /
། མགོན་པོ་ཐུགས་རྗེ་ཆེ་ལྡན་པ །

/ thams cad mkhyen pas ston pa po /
། ཐམས་ཅད་མཁྱེན་པས་སྟོན་པ་པོ །

/ bsod nams yon tan rgya mtsho zhing /
། བསོད་ནམས་ཡོན་ཏན་རྒྱ་མཚོ་ཞིང །

/ de bzhin gshegs la phyag ‘tshal lo /
། དེ་བཞིན་གཤེགས་ལ་ཕྱག་འཚལ་ལོ །