Powered by Administrator

Translate

Triratna dalam Sistem Kendaraan Kecil

Dari Sarvāstivāda-vinaya Vibhāṣā 《薩婆多毘尼毘婆沙》 (T. vol. 23, № 1440 hlm. 505c–506b):

問曰:歸依佛者,為歸依釋迦文佛?為歸依三世佛耶?
Tanya: “Berlindung kepada Buddha” apakah hanya berlindung kepada Śākyamuni ataukah kepada para Buddha dari tiga masa?

答曰:歸依三世佛,以法身同故。若歸依一佛,則是歸依三世諸佛,以佛無異故。
Jawab: Berlindung kepada para Buddha dari tiga masa, karena tubuh Dharmanya adalah sama. Meski [rumusannya hanya berbunyi] “berlindung kepada Buddha (bentuk singularis)”¹, maksudnya berlindung kepada para Buddha dari tiga masa karena para Buddha tiada perbedaan.

又云:若歸依三世諸佛者,有諸天自說:「我是迦葉佛弟子」;「我拘留孫佛弟子。」如是七佛中,各稱我是某佛弟子。以是因緣,正應歸依一佛,不應三世佛也。
Sanggahan: Jikalau berlindung kepada para Buddha dari tiga masa — ada sebagian dewa yang mengucapkan: “Aku adalah siswa Buddha Kāśyapa”, “aku adalah siswa Buddha Krakucchanda.” Demikian untuk ketujuh Buddha, masing-masing ada yang menyebut “aku adalah siswa Buddha anu”. Karena sebab ini, lebih tepat semestinya [mengatakan] berlindung kepada satu Buddha dan bukan kepada para Buddha dari tiga masa.

又云:不應爾也。何以故?如《毘沙門經》說:毘沙門王歸依三寶,歸依過去、未來、現在佛。以是義故,應歸依三世諸佛。
Jawab: Tidak semestinya begitu. Mengapa? Seperti dikisahkan dalam Vaiśravaṇa Sūtra (T. № 1245) bahwa Raja Vaiśravaṇa berlindung kepada Triratna, berlindung kepada para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan akan datang². Karena alasan inilah, semestinya berlindung kepada para Buddha dari tiga masa.

問曰:若爾者,如諸天各稱某甲佛弟子,此義云何?
Tanya: Jikalau begitu, tentang para dewa yang masing-masing menyebut “aku adalah siswa Buddha anu” apalah artinya?

答曰:諸天所說,何足以定實義!有諸天各稱一佛為師,亦歸依三世諸佛,直以一佛為證耳。
Jawab: Ucapan para dewa mana cukup untuk menentukan arti yang sebenarnya! [Jikalau] ada para dewa yang masing-masing menyebut satu Buddha sebagai guru, mereka berlindung juga kepada para Buddha dari tiga masa, dengan penegasan satu Buddha tersebut — sebagai saksinya.

問曰:何所歸依,名為歸佛?
Tanya: Apakah yang dijadikan objek berlindung sehingga disebut perlindungan kepada Buddha?

答曰:歸依語,迴轉一切智無學功德。
Jawab: Pernyataan berlindung tersebut ditujukan kepada kualitas bajik aśaikṣa dari Ia yang Mahatahu (Sarvajña).

問曰:為歸依色身?歸依法身耶?
Tanya: Apakah berlindung kepada tubuh fisis (rūpakāya)? Ataukah kepada tubuh Dharma (dharmakāya)?

答曰:歸依法身,不歸依色身。不以色身為佛故也。
Jawab: Berlindung kepada tubuh Dharma, bukan kepada tubuh fisis — sebab janganlah tubuh fisis dianggap sebagai Buddha.

問曰:若色身非佛者,何以出佛身血而得逆罪?
Tanya: Jikalau tubuh fisis bukan Buddha, mengapa melukaï Buddha hingga berdarah dinyatakan memperoleh ānantarya karma?

答曰:以色身是法身器故,法身所依故。若害色身,則得逆罪。不以色身是佛故得逆罪也。
Jawab: Sebab tubuh fisis menjadi wadah bagi tubuh Dharma, tempat bersandar bagi tubuh Dharma. Jika mencelakaï tubuh fisis, maka dinyatakan memperoleh ānantarya karma. Tetapi, bukan karena anggapan bahwa fisiknya itu Buddha sehingga dinyatakan memperoleh ānantarya karma.


歸依法者。何所歸依,名歸依法?
“Berlindung kepada Dharma”. Apakah yang dijadikan objek berlindung sehingga disebut perlindungan kepada Dharma?

答曰:歸依語,迴轉斷欲、無欲盡諦涅槃。是名歸依法也。
Jawab: Pernyataan berlindung tersebut ditujukan kepada pemotong nafsu dan keadaan bebas-nafsu, yakni Nirvāṇa, yang merupakan Kebenaran Pengakhiran (nirodha satya). Inilah yang dinamakan perlindungan kepada Dharma.

問曰:為歸依自身盡處?他身盡處?
Tanya: Apakah berlindung kepada Pengakhiran [yang direalisasi] diri sendiri? Ataukah kepada Pengakhiran orang lain?

答曰:歸依自身盡處,亦他身盡處。是歸依法。
Jawab: Berlindung kepada Pengakhiran diri sendiri, juga kepada Pengakhiran orang lain. Demikianlah “berlindung kepada Dharma”.


問曰:若歸依僧者,何所歸依?
Tanya: Jika “berlindung kepada Saṅgha”, apakah yang dijadikan objek berlindung?

答曰:歸依語,迴轉良祐福田聲聞學、無學功德。是名歸依僧。
Jawab: Pernyataan berlindung tersebut ditujukan kepada kualitas bajik dari ladang jasa yang tiada tara, yakni para śrāvaka, baik yang masih berlatih (śaikṣa) maupun yang tidak perlu berlatih lagi (aśaikṣa). Inilah yang dinamakan perlindungan kepada Saṅgha.

問曰:為歸依俗諦僧?為歸依第一義諦僧?若歸依第一義諦僧者,佛與提謂波利受三自歸,不應言未來有僧,「汝應歸依第一義諦僧,常在世間故。」
Tanya: Apakah berlindung kepada saṃvr̥ti saṅgha? Ataukah kepada paramārtha saṅgha? Jikalau berlindung kepada paramārtha saṅgha, ketika Buddha memberikan Tiga Perlindungan kepada Trapuṣa dan Bhallika, Beliau semestinya tidak mengatakan “kepada saṅgha yang akan datang”, [tetapi:] “Kalian mesti berlindung kepada paramārtha saṅgha karena senantiasa berdiam di dunia.”

答曰:以俗諦僧是第一義諦僧所依,故言:「未來有僧,汝應歸依。」有欲尊重俗諦僧,故如是說。
佛自說:「一切諸眾中,佛眾為第一。譬如從乳出酪,從酪出酥,從酥出醍醐。醍醐於中最勝、最妙、最為第一。佛弟子眾亦復如是。」若有眾僧集會,是中必有四向、四得無上福田。於一切九十六種中最尊、最上、無能及者。是故言未來有僧,汝應歸依,不傷正義也。
Jawab: Karena saṃvr̥ti saṅgha menjadi tempat bersandar paramārtha saṅgha, oleh sebab itu Beliau mengatakan: “Di masa mendatang akan terdapat Saṅgha, kalian mesti berlindung kepada-Nya.” Juga karena hendak memuliakan saṃvr̥ti saṅgha, maka Beliau berkata demikian.
Buddha sendiri menyatakan: “Di antara segala komunitas, Saṅgha sang Tathāgatalah yang tertinggi. Seumpama dari susu diperoleh dadih, dari dadih diperoleh mentega, dari mentega diperoleh minyak samin. Di antara semuanya, minyak saminlah yang terunggul, yang termulia, yang tertinggi. Saṅgha siswa-siswa Tathāgata pun demikian.”³ Jikalau komunitas Saṅgha terhimpun, Mereka merupakan ladang jasa tiada tara, yang di dalamnya pasti terdapat Empat Kandidat (yang Mengarah ke Jalan) dan Empat Pencapai (yang Telah Meralisasi Buah). Di antara 96 golongan [segala komunitas non-Buddhis], Merekalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya. Oleh sebab itu, mengatakan “di masa mendatang akan terdapat Saṅgha, kalian mesti berlindung kepada-Nya” tidaklah mencederaï makna setepatnya.


問曰:佛亦是法,法亦是佛,僧亦是法。正是一法;有何差別?
Tanya: Buddha adalah Dharma, Dharma juga adalah Buddha, Saṅgha pun adalah Dharma. Setepatnya hanya satu Dharma; apakah yang menjadi pembedanya?

答曰:雖是一法,以義而言,有種種差別。
以三寶而言:無師大智、及無學地一切功德,是謂佛寶;盡諦無為,是謂法寶;聲聞學、無學功德智慧,是謂僧寶。
以法而言:無師無學法,是謂佛寶;盡諦無為,非學、非無學法,是名法寶;聲聞學、無學法,是名僧寶。
以根而言:佛是無知根;法寶非根法也;僧是三無漏根。
以諦而言:佛是道諦少入;法寶是滅諦;僧是道諦少入。
以沙門果而言:佛是沙門,法寶是沙門果;僧是沙門,法寶是沙門果。
以婆羅門而言:佛是婆羅門,法寶是婆羅門果;僧是婆羅門,法寶是婆羅門果。
以梵行而言:佛是梵行,法寶是梵行果;僧是梵行,法寶是梵行果。
以因果而言:佛是因,法寶是果;僧是因,法寶是果。
以道果而言:佛是道,法寶是道果;僧是道,法寶是道果。
Jawab: Meski hanya satu Dharma, namun berdasarkan maknanya, dapatlah ditinjau bermacam-macam pembedaan.
  • Dari sudut pandang ketiga ratna: segala kualitas bajik dari Ia yang memiliki Pengetahuan Agung tanpa berguru dan telah mencapai tingkatan aśaikṣa adalah Buddharatna; Kebenaran Pengakhiran yang tak-terkondisi (asaṃskr̥ta) adalah Dharmaratna; kebijaksanaan dan kebajikan dari para śrāvaka, baik yang masih berlatih (śaikṣa) maupun yang tidak perlu berlatih lagi (aśaikṣa), adalah Saṅgharatna.
  • Dari sudut pandang dharma: segala aśaikṣa-dharma yang diperoleh tanpa berguru adalah Buddharatna; segala śaikṣa- dan aśaikṣa-dharma dari Kebenaran Pengakhiran yang tak-terkondisi adalah Dharmaratna; segala śaikṣa- dan aśaikṣa-dharma dari para śrāvaka adalah Saṅgharatna.
  • Dari sudut pandang indriya: Buddha adalah Pemilik indriya yang tiada tidak-mengetahui lagi (ājñātāvīndriya); Dharmaratna bukan merupakan indriya dharma; Saṅgha dapat memiliki ketiga indriya bebas-kebocoran (anāsravendriya).
  • Dari sudut pandang Kebenaran: Buddha adalah sebahagian pemasuk Kebenaran tentang Jalan (marga satya); Dharmaratna adalah Kebenaran Pemadaman (nirodha satya); Saṅgha adalah sebahagian pemasuk Kebenaran tentang Jalan.
  • Dari sudut pandang buah keśramaṇaan (śramaṇyaphala): Buddha adalah śramaṇa, Dharmaratna adalah buah keśramaṇaan; Saṅgha adalah śramaṇa, Dharmaratna adalah buah keśramaṇaan.
  • Dari sudut pandang kebrāhmaṇaan: Buddha adalah brāhmaṇa, Dharmaratna adalah buah kebrāhmaṇaan; Saṅgha adalah brāhmaṇa, Dharmaratna adalah buah kebrāhmaṇaan.
  • Dari sudut pandang kehidupan kudus (brahmacarya): Buddha adalah pelaku kehidupan kudus (brahmacārin), Dharmaratna adalah buah kehidupan kudus; Saṅgha adalah pelaku kehidupan kudus, Dharmaratna adalah buah kehidupan kudus.
  • Dari sudut pandang sebab-akibat: Buddha adalah sebab, Dharmaratna adalah akibat; Saṅgha adalah sebab, Dharmaratna adalah akibat.
  • Dari sudut pandang Buah dan Jalan: Buddha adalah Jalan, Dharmaratna adalah Buah dari Jalan; Saṅgha adalah Jalan, Dharmaratna adalah Buah dari Jalan.


佛以法為師,佛從法生。法是佛母,佛依法生。
Buddha menjadikan Dharma sebagai guru, Buddha lahir dari Dharma. Dharma adalah ibu dari Buddha; dengan bersandar kepada Dharma, Buddha terlahir.

問曰:佛若以法為師者,於三寶中,何不以法為初?
Tanya: Apabila Buddha menjadikan Dharma sebagai guru-Nya, di antara Triratna mengapakah Dharma tidak disebutkan pertama?

答曰:法雖是佛師,而法非佛不弘。所謂道,弘由人也。是以佛在初。
Jawab: Meskipun Dharma adalah gurunya Buddha, namun tanpa Buddha, Dharma tidaklah termaklumkan — sebab pemakluman Jalan berawal dari pribadi (seorang tokoh). Maka itulah Buddha disebutkan pertama.






CATATAN:

¹ Skt. Buddhaṃ śaraṇaṃ gacchāmi.

² Teks Sanskertanya berbunyi:
Pratyutpannam atītāṃś ca
ye ca Buddhā anāgatāḥ /
sarvan ahaṃ namasyāmi
tvāṃ cāsmi śaraṇaṃ gataḥ //
Selengkapnya lihat artikel di sini.

³ Lihat sebuah sūtra dalam Ekottara Āgama di sini.

⁴ Jawaban yang sama diberikan dalam jilid 34 Abhidharma Mahāvibhāṣā 《阿毘達磨大毘婆沙論》 (T. vol. 27, № 1545 hlm. 178c):
問:佛依法生;法勝於佛。何故先說歸依佛耶?
Tanya: Buddha terlahir dengan bersandar kepada Dharma; Dharma lebih unggul daripada Buddha. Mengapakah yang diucapkan pertama adalah berlindung kepada Buddha?

答:佛為教主。若佛不說,法不顯現。故先歸佛。
Jawab: Buddha adalah pemimpin Ajaran (=pendiri agama). Bilamana Buddha tidak membabarkan, maka Dharma pun tidak tertampilkan. Oleh karena itu, berlindung kepada Buddha adalah yang pertama.

復次!如有病者先訪良醫,次求妙藥,後覓看者,佛如良醫、法如妙藥、僧如善巧看服藥人。故三歸依如是次第。
Selanjutnya lagi, seperti pasien yang pertama-tama berkonsultasi kepada tabib yang baik, lalu meminta obat yang mujarab, dan kemudian mencari seorang perawat, [demikian pun] Buddha ibarat tabib yang baik, Dharma ibarat obat yang mujarab, Saṅgha ibarat jururawat yang terampil mengawasi konsumsi obat. Oleh karena itu, Tiga Perlindungan diurutkan demikian.
Lihat juga kutipan di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar