Powered by Administrator

Translate

Senin, 23 Juli 2018

KĀLAPARYANTA ŚĪLA vs ĀPRĀṆAKOṬIKA ŚĪLA

Klasifikasi śīla yang akan kita bahas terakhir adalah pengelompokan berdasarkan jangka waktunya (kālapariccheda). Dalam bab II Vimuktimārga 《解脫道論》 (T. vol. 32, № 1648 hlm. 401c) disebutkan:

復次!戒有二種,
Selanjutnya lagi, śīla ada dua jenis

謂:
yaïtu:
時分戒 及 śīla berjangka waktu terbatas (kālaparyanta), dan
盡形戒。  śīla selama hayat dikandung badan (āprāṇakoṭika).
少時暫受,不俱形命,謂時分戒。
Yang diterima sementara untuk waktu pendek, bukan untuk seumur hidup, disebut śīla berjangka waktu terbatas.

從師始誓,乃至捨壽,謂盡形戒。
Yang dimulaï dengan berkomitmen dari seorang guru, hingga akhir hayat, disebut śīla selama hayat dikandung badan.

Ini sama dengan penggolongan śīla untuk waktu lama (cirakāla) vs. tidak untuk waktu lama (acirakāla) seperti yang pernah dibahas dalam Saddharma-smr̥tyupasthāna Sūtra. Akan tetapi, śīla-śīla manakah yang boleh diterima untuk sementara dan mana yang tidak?






Dalam bab III Miśrakābhidharma-hr̥daya (atau *Saṃyuktābhidharma-hr̥daya 《雜阿毘曇心論》, T. vol. 28, № 1552 hlm. 890c) Dharmatrāta mengatakan:

謂受律儀戒,盡壽或日夜者,受別解脫律儀有二種:
“Bahwa menerima disiplin (saṃvara) ialah seumur hidup atau sehari semalam”, maksudnya adalah penerimaan Prātimokṣa Saṃvara ada dua jenis:

 ◎  或盡壽者,謂七眾。
Untuk seumur hidup (yāvajjīva), yakni [penerimaan disiplin] ketujuh kelompok.

(七眾者:比丘、比丘尼、式叉摩尼、沙彌、沙彌尼、優婆塞、優婆夷。)
(Ketujuh kelompok: bhikṣu, bhikṣuṇī, śikṣamāṇā, śrāmaṇera, śrāmaṇerī, upāsaka, upāsikā.)

 ◎  日夜者,謂受齋。
Untuk sehari semalam (ahorātra), yakni menerima upavāsa.

(有二種時分齋:日夜 及 盡壽。)
(Ada dua jangka waktu upavāsa: sehari semalam dan seumur hidup.)

問:不律儀復云何?
Tanya: Bagaimana pula dengan kontra-disiplin (asaṃvara)?

答:不律儀盡壽,謂不律儀盡形壽,非日夜。
Jawab: “Kontra-disiplin (asaṃvara) seumur hidup”, berarti kontra-disiplin [berlaku] untuk seumur hidup, tidak pernah sehari semalam.

問:以何等故律儀得日夜,非不律儀?
Tanya: Apakah sebabnya disiplin ada yang sehari semalam, tetapi kontra-disiplin tiada?

答:彼無受性故;無有言:「我日夜受不律儀」者,以可羞厭故。善律儀有受性,可欣慶故。
Jawab: Karena kontra-disiplin tidak memiliki sifat pengambilan (samādāna); tidak ada orang yang [terang-terangan] berikrar: “Selama sehari semalam aku akan mengambil asaṃvara”, sebab hal itu memalukan. Saṃvara memiliki sifat pengambilan sebab hal itu membanggakan.

Bhadanta Harivarman, dalam karyanya Satyasiddhi Śāstra 《成實論·七善律儀品》 (T. vol. 32, № 1646 hlm. 303b) yang diterima luas di Cina, juga mengatakan hal yang sama:

問曰:是戒律儀二種:一、盡形;二、一日一夜。盡形者,若比丘、優婆塞。一日一夜者,如受八戒。一日一夜,是事云何?
Tanya: Śīla Saṃvara ada dua jenis: 1. untuk seumur hidup; 2. untuk sehari semalam. Untuk seumur hidup, misalnya: [disiplin] bhikṣu dan [disiplin] upāsaka. Untuk sehari semalam, misalnya: menerima Delapan Śīla. Untuk sehari semalam sebenarnya bagaimanakah halnya?

答曰:是事無定:若一日一夜,若但一日、或但一夜,若半日、或半夜——隨能受時,得。出家則但應盡形。若言:「我但一月、二月」,若「但一歲」,則不名得出家法。五戒亦爾。
Jawab: Halnya tidak pasti: entah sehari semalam, entah hanya sehari atau hanya semalam, entah setengah hari atau setengah malam — sesuai jangka kesanggupan menerima, [disiplin ini] didapatkan. [Disiplin] monastik, sebaliknya, mesti seumur hidup saja. Apabila seseorang berikrar: “Aku [mengambilnya] hanya untuk satu bulan, dua bulan,” atau “hanya untuk satu tahun”, maka ia tidak disebut mendapatkan substansi [disiplin] monastik. Lima Śīla begitu pula halnya.

Dari sini jelaslah bahwa substansi disiplin Prātimokṣa bagi ketujuh kelompok siswa-siswi Buddhis mana pun hanya terbentuk jika diambil untuk seumur hidup. Disiplin Prātimokṣa merupakan disiplin yang bersifat permanen (nitya śīla) dan tidak dapat diperoleh untuk sementara waktu saja. Maka acara-acara “pravrajyā sementara” — kebaruan yang diimpor dari tradisi asing dan tidak pernah terjumpaï sepanjang sejarah Buddhisme Tiongkok — seperti yang diselenggarakan oleh beberapa vihāra modern, merupakan praktik yang invalid dan ilegal. Invalid sebab pesertanya tidak memperoleh substansi disiplin śrāmaṇera walaupun mereka mengikuti ritual penahbisan. Ilegal sebab guru penahbisnya tetap memberikan Śīla walaupun tahu bahwa pesertanya tidak sungguh-sungguh berniat meninggalkan rumah-tangga.

Kita tahu bahwa ada tiga tipe avijñapti: yang berkenaan dengan disiplin (saṃvara); yang berkenaan dengan kontra-disiplin (asaṃvara); dan yang berkenaan bukan dengan disiplin, bukan pula dengan kontra-disiplin (naivasaṃvara-nāsaṃvara). Hanya perbuatan yang disertai kehendak (cetanā) yang kuat yang akan membentuk dua tipe avijñapti pertama. Kontra-disiplin merupakan “disiplin” dalam bentuk negatif dan seringkali berkenaan dengan profesi-profesi yang buruk, seperti: penjagal, pemburu, pelacur, dsb. Seseorang harus memiliki kehendak atau niat yang kuat untuk, misalnya, berburu hewan liar setiap hari sebagai mata pencaharian agar dapat disebut berprofesi sebagai pemburu. Jikalau ia berburu sekali-sekali atau cuma sekadar hobi, maka ia hanya disebut pemburu amatir dan bukan profesional. Substansi “disiplin” pemburu tidak terbentuk dalam dirinya.

Hal yang sama berlaku pula pada orang yang membuat persepakatan menjadi bhikṣu (atau śrāmaṇera) untuk dua minggu, satu bulan, dsb. Substansi disiplin seorang bhikṣu sesungguhnya tidak terbentuk dalam dirinya; ia bukan berprofesi sebagai bhikṣu. Seseorang boleh saja setelah menjadi bhikṣu, lalu melepas disiplin (=lepas jubah) karena tidak kuat dengan kehidupan membiara. Namun, saat menerima upasaṃpadā, sejak semula ia harus sunggguh-sungguh bertekad menjalani kebhikṣuan untuk seumur hidup, dan bukan membuat persepakatan cuma untuk sementara saja! Apakah kelak ia akan lepas jubah atau tidak, itu merupakan lain perkara yang tidak dapat direncanakan sebelumnya di muka.

Di Cina orang pertama yang melontarkan pernyataan bolehnya menerima Lima Śīla untuk sementara waktu tampaknya adalah Vimalākṣa dalam rekaman ceramahnya yang kontroversial, Kitab Lima Ratus Pertanyaan. Meskipun dalam penafsiran vinaya ia tergolong konservatif, namun kadangkala ia menerima beberapa pandangan Sautrāntika seperti: boleh menerima Tiga Perlindungan saja tanpa Lima Śīla, dan boleh menerima satu atau beberapa śīla (tidak lengkap lima). Akan tetapi, pandangan pribadinya mengenaï penerimaan Lima Śīla (bahkan juga Tiga Perlindungan︕) untuk sementara saja adalah lemah dasarnya.