Powered by Administrator

Translate

Bab XV

〈五戒事品〉
Tentang Lima Śīla






 ①  問:不受三歸,得受五戒不?
Tanya: Tanpa menerima Tiga Perlindungan dapatkah memperoleh Lima Śīla?

答:不得。
Jawab: Tidak dapat.


 ②  問:若受三歸,犯而不悔者,得受五戒不?

Tanya: Jika menerima Tiga Perlindungan lalu melanggarnya, dan tidak melakukan pengakuan, dapatkah memperoleh Lima Śīla?

答:不得。
Jawab: Tidak dapat.


 ③  問:受五戒法,可得但受五日、十日、一年、二年不?

Tanya: Berkenaan dengan metode penerimaan Lima Śīla, bolehkah hanya menerima selama 5 hari, 10 hari, 1 tahun, atau 2 tahun?

答:隨意多少。
Jawab: Sesuai yang dikehendaki, seberapa lama pun boleh¹.


 ④  問:犯五戒不悔,得更受不?

Tanya: Melanggar Lima Śīla lalu tidak melakukan pengakuan, dapatkah menerimanya kembali?

答:不捨,不得更受;不悔亦不得捨。
Jawab: Jika tidak melepas, maka tidak dapat menerima kembali (karena substansi Lima Śīla masih ada padanya); jika tidak diakui, juga tidak dapat dilepas.


 ⑤  問:五戒盡得悔不?

Tanya: Keseluruhan dari kelima śīla dapatkah [dimurnikan] melalui pengakuan?

答:若殺人、婬其所尊及比丘尼、盜三尊財,盡不得悔。餘得悔。
Jawab: Jika membunuh manusia, berzinah dengan objek yang terlarang atau bhikṣuṇī, mencuri harta-benda Triratna — semua ini tidak dapat melalui pengakuan. [Pelanggaran-pelanggaran] lainnya dapat diakui.


 ⑥  問:五戒若不能持,得中還不?

Tanya: [Selama pelaksanaan] Lima Śīla, jika tidak sanggup memegangnya, dapatkah dipulangkan di tengah-tengah?

答:得還。
Jawab: Dapat dipulangkan.

若欲都還五戒者,合三自歸還,言:「從今日佛非我尊;我非佛弟子。」如是至三。法、僧亦爾。
Jika hendak memulangkan segenap Lima Śīla beserta Tiga Perlindungan, ucapkanlah: “Mulaï hari ini Buddha bukan lagi Pelindungku; aku bukan lagi siswa Buddha.” Demikian hingga tiga kali. Begitu pula untuk Dharma dan Saṅgha.

若還一、二、三、四者,但言:「我從今日不能復持某戒。」如是至三。若不滿三,戒猶成就。
Jika memulangkan satu, dua, tiga, atau empat [śīla], ucapkanlah saja: “Mulaï hari ini aku tidak sanggup lagi memegang śīla anu.” Demikian hingga tiga kali. Jika tidak penuh tiga kali, [substansi] Śīla sepertinya masih bertahan.


 ⑦  問:五戒可從五師,各受一戒不?

Tanya: Lima Śīla bolehkah diambil dari lima guru, masing-masing satu śīla?

答:得。
Jawab: Boleh.


 ⑧  問:既受五戒,偏所重,可但分還一、二不?

Tanya: Setelah menerima Lima Śīla, lalu merasa terbebani [melaksanakan] śīla tertentu, bolehkah sebagian dipulangkan, satu atau dua saja?

答:得。
Jawab: Boleh.


 ⑨  問:五戒可但受一、二、三不?

Tanya: Dari kelima śīla bolehkah hanya mengambil satu, dua, atau tiga saja?

答:得隨意多少。
Jawab: Sesuai yang dikehendaki, seberapa pun boleh².


 ⑩  問:比丘犯重戒,或犯酒戒,得不?

Tanya: Bhikṣu yang melanggar śīla berat atau melanggar śīla pantang meminum minuman-keras, apakah dapat³?

答:不得。
Jawab: Tidak dapat.


 ⑪  問:頗有八戒白衣不?

Tanya: Sungguhkah ada umat awam berjubah putih pelaksana Delapan Śīla (sebagai śīla permanen)?

答:無。唯有八關齋。
Jawab: Tidak ada. Hanya ada Delapan Śīla dalam penekunan upavasatha.






CATATAN:

¹ Walaupun Vimalākṣa sepaham dengan Sautrāntika yang membolehkan penerimaan Tiga Perlindungan tanpa atau dengan Śīla, namun penerimaan untuk sementara entah dibenarkan atau tidak oleh Sautrāntika. Di Cina sendiri, meski ada yang menyatakan boleh, belum pernah terdengar pemberian disiplin upāsaka untuk sementara waktu.

Seperti yang kita ketahui, ada tiga tipe avijñapti di mana dua di antaranya merupakan tipe yang sangat kuat, yang berkenaan dengan disiplin (saṃvara avijñapti) dan kontra-disiplin (asaṃvara avijñapti). Dalam hal terbentuknya asaṃvara avijñapti, seseorang harus sunggguh-sungguh bertekad menjalankan suatu pekerjaan buruk untuk seumur hidup sebagai profesi. Seseorang yang hanya sesekali atau sementara bekerja menjagal hewan, misalnya, tidak dapat dikatakan berprofesi sebagai tukang jagal. Ia cuma akan disebut amatir atau menjadi penjagal sebagai pekerjaan sampingan.

Hal yang sama berlaku pula dalam pembentukan saṃvara avijñapti. Pada orang yang mengambil disiplin upāsaka untuk sementara, menjadi śramaṇera sementara, dsb. sesungguhnya tidak terbentuk substansi disiplin dalam dirinya. Seseorang boleh saja setelah, misalnya, menjadi bhikṣu, lalu melepas Śīla (=lepas jubah) karena tidak kuat dengan kehidupan membiara. Namun, saat menerima upasaṃpadā, sejak semula ia harus sunggguh-sungguh bertekad menjalankan kebhikṣuan untuk seumur hidup, dan bukan membuat persepakatan cuma untuk sementara saja! Apakah kelak ia akan lepas jubah atau tidak, itu merupakan lain perkara yang tidak dapat direncanakan sebelumnya di muka.

² Sekali lagi di sini Vimalākṣa sepaham dengan Sautrāntika dan membolehkan penerimaan satu atau beberapa śīla saja (tidak lengkap lima) bagi umat awam.

³ Pertanyaan ini kurang jelas; demikian pula jawabannya. Redaksi a memberikan jawaban dapat. Sedangkan bacaan yang diikuti para komentator, seperti redaksi b, tidak dapat.

Hsing-ch’i mengartikan pertanyaan ini sebagai: bhikṣu yang melakukan pelanggaran berat (=pārājika), atau melakukan pelanggaran pantang meminum minuman-keras, apakah dapat [memperoleh substansi Lima Śīla jika ia memohonnya], dan jawabannya adalah tidak. Untuk memperoleh disiplin yang lebih rendah, seseorang harus melepas disiplin kebhikṣuannya. Seorang pārājika tidak diizinkan mengikuti segala tindakan formal saṅgha (saṅghakarman) dan, kendati berada di dalam saṅgha, ia terkucilkan. Seandainya ia melepas disiplin, ia tidak dapat ditahbiskan kembali, dan dosanya tetap tertinggal. Karena pelanggaran pārājika tidak dapat dimurnikan dengan pengakuan — sementara seseorang harus murni, minimal, dari saṃvarika sāvadya sebelum menerima Śīla apa pun — ia juga tidak otomatis dapat memperoleh disiplin yang lebih rendah meski telah melepas disiplin kebhikṣuan. Akan tetapi, meminum minuman-keras seharusnya dapat dimurnikan. Seorang bhikṣu yang pernah meminum minuman-keras, dan lepas jubah sebelum melakukan pengakuan, dapat memperoleh substansi disiplin upāsaka jika ia bertobat mengakuinya sebelum menerima Lima Śīla.

Tafsiran Hsing-ch’i menghasilkan dua jawaban berbeda. Oleh karena itu, Yung-hai menafsirkan pertanyaan ini sebagai: bhikṣu yang melanggarkan (=menyebabkan melanggar) śīla berat atau melanggarkan śīla pantang meminum minuman-keras, apakah dapat? Jawabannya tidak, sebab seorang bhikṣu adalah pembimbing umat awam dan seharusnya menjadi guru pengakuan apabila mereka melanggar Śīla. Bagaimana bisa ia malah mengajurkan umat awam untuk melanggarnya!

⁴ Jawaban Vimalākṣa sungguh mengejutkan di sini! Ia membolehkan pengambilan Tiga Perlindungan dan Lima Śīla untuk seumur hidup atau sementara waktu. Namun, untuk Delapan Śīla, ia mengikuti pandangan Vaibhāṣika yang hanya memberikannya pada hari-hari upavasatha saja. Alasan yang dikemukakan Vaibhāṣika adalah dalam sūtra-sūtra — memang benar — hanya ada cerita umat awam yang hidup di masa Buddha mengambil Delapan Śīla untuk sehari-semalam pada hari-hari upavasatha.

Tradisi yang berlaku di Cina mengikuti pandangan Bhadanta Harivarman dalam Satyasiddhi Śāstra (T. vol 32, № 1636 hlm. 303c), di mana Delapan Śīla boleh diambil untuk seberapa lama pun. Jadi, jikalau seseorang hendak melaksanakannya lebih dari sehari-semalam, ia cukup mengambil Delapan Śīla sekali saja dengan menyatakan jangka waktu penekunannya, dan tidak perlu, seperti dalam sistem Vaibhāṣika, mengulangi permohonan Śīla setiap pagi (sebab menganggap Delapan Śīla hanya dapat diberikan untuk sehari-semalam).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar